Kamis, 05 Juli 2018

laporan praktek kerja lapangan tentang tata cara pemeliharaan kambing pejantan etawa di BBIB singosari-malang

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

TATA CARA PEMELIHARAAN
KAMBING PEJANTAN PERANAKAN ETAWA (PE)
DI BBIB SINGOSARI

OLEH :
ARLAN KATILI





PROGRAM STUDI PETERNAKAN
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2016





LEMBAR PENGESAHAN

TATA LAKSANA PEMELIHARAAN
KAMBING PEJANTAN PERANAKAN ETAWA (PE)
DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN – SINGOSARI
(BBIB-SINGOSARI)




Oleh :

ARLAN KATILI








Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima
Sebagai Laporan Akhir PKL Oleh Pembimbing
Disetujui Tanggal : 31 November 2016

MENGETAHUI


Dosen Pembimbing                                                     Dosen Penguji




Suparmin Fathan, S.Pt, M.Si                          Dr. Muhammad Sayuti M, S.Pt, M.Si
NIP. 19710403 200212 1 001                        NIP. 19671231 200204 1 001




Ketua Jurusan




Ir. Nibras Karnain Laya, MP
NIP. 19661206 200112 2 001



KATA PENGANTAR
            Puji syukur senantiasa penyusun panjatkan kepada Allah AWT, atas segala rahmat dan hidayah-nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan praktek kerja lapangan dengan judul TATA LAKSANA PEMELIHARAAN KAMBING PEJANTAN PERANAKAN ETAWA (PE) “.
            Penyusun menyadari penyusunan laporan ini takkan trewujud tanpa bantuan, bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar – besar besarnya untuk semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini :
1.      Bapak Dr. Mohamad Ikbal Bahua, Sp. Msi Selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo.
2.      Ibu Ir.Nibras K. Laya, MP selaku Ketua Jurusan Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian di Universitas Negeri Gorontalo.
3.      Bapak Suparmin Fathan, S.Pt, M.Si Selaku pembimbing praktek kerja lapangan (PKL) di Universitas Negeri Gorontalo.
4.      Ibu Drh. Enniek Herwijanti, MP Selaku Pimpinan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari – Malang malang yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) Di BBIB Singosari.
5.      Bapak Iwan Kurniawan Selaku Pembimbing Lapangan yang telah banyak memberi ilmu pengetahuan dan pengalaman selama di peternakan kambing pejantan PE BBIB Singosari
6.      Bapak dan ibu pegawai serta seluruh staf Balai Besar Inseminasi Buatan BBIB Singosari – Malang Atas perhatian dan ilmu yang diberikan selama PKL.
7.      Ayah, Ibu, Kakak, adik, Pacar serta keluarga yang selalu memberikan kasih sayang dukungan, nasehat, motivasi, serta doanya.
8.      Teman – Teman Praktek kerja lapangan (PKL) Universitas Negeri Gorontalo Di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Fajrin, Mustar, Roni, Wawan, Zul, Ike, Purniawati, Ana oktaviana, Delawati. Terima kasih atas bantuan dan kerja samanya selama (PKL).
Terimakasih juga buat UPT PT & HMT Singosari- Malang yang telah menyediakan tempat tinggal sehingga kami bisa menjalankan kegiatan PKL dan penyusunan laporan ini. Penyusun berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca untuk menjalankan tugas dimasa depan. Penyusun menyadari penulisan laporan ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penyusun berharap ada kritikan dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Singosari, 20 Oktober 2016

Penyusun




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ternak kambing khususnya kambing Peranakan Ettawa (PE), Merupakan salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging dan susu. Seiring hal tersebut peternakan kambing memiliki peluang usaha yang cukup besar khususnya untuk kambing pejantan PE memiliki nilai ekonomi tinggi dibandingkan kambing betina walaupun kambing betina PE dapat menghasilkan susu tetapi harga jual kambing betina lebih murah dibandingkan kambing pejantan.
Oleh karena itu, Perlu tata cara pemeliharaan yang baik dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam peternakan khususnya peternakan kambing pejantan PE, Baik dari segi pemilihan lokasi kandang, Konstruksi kandang. Pemeliharaan, Pemberian pakan, Dan pecegahan penyakit yang baik.
Dengan Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknolgi dibidang peternakan, Maka untuk menanggapi beberapa permasalahan dalam tata cara pemeliharaan kambing pejantan PE. Mahasiswa Peternakan Universitas Negeri Gorontalo di terjunkan langsung di BBIB singosari - Malang dalam rangka praktek kerja lapangan (PKL).

Balai besar inseminasi buatan singosari-Malang merupakan unit pelaksana teknis yang terletak di singosari-malang jawa timur. Balai besar inseminasi buatan singosari merupakan salah satu BBIB nasional yang diberi mandat oleh pemerintah pusat dalam penyediaan semen beku ternak unggul yang di distribusikan kedaerah-daerah yang akan dikembangkan populasi peternakannya. Dan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari-Malang memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan dunia peternakan di indonesia.



1.2  Identifikasi dan rumusan Masalah
Peternakan kambing dalam perkembanganya tidaklah semudah yang kita bayangkan. Banyak hal yang menjadi masalah dalam perkembanganya, Khusunya Permasalahan yang sering terjadi di Peternak pada umumnya dan khususnya peternak di di Gorontalo adalah sebagai berikut :
1.      Pemeliharaan bersifat tradisional,
2.      Kurangnya pengalaman Dalam tata cara pemeliharaan kambing dengan baik,
3.      Terbatasnya Ketersediaan bahan pakan
4.      Keterbatasan fasilitas yang menimbulkan efek langsung pada proses produksi.
1.3  Tujuan Dan Manfaat Kegiatan
1.      Tujuan
a.       Meningkatkan pemahaman dan memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktek yang sebenarnya di lapangan dibandingkan dengan ilmu yang ditekuni dalam perkuliahan.
b.      Memberikan wahana bagi mahsiswa untuk mengembangkan inspirasi untuk bahan penyusunan tugas akhir.
c.       Meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga dapat digunakan sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja.
2.      Manfaat Kegiatan
Berbekal dari pengalaman yang diperoleh dari Praktek Kerja Lapangan (PKL), Mahasiswa dapat mengetahui masalah yang timbul dan solusi yang diperlukan dalam proses tatalaksana pemeliharaan ternak serta lebih siap dalam menghadapi dunia kerja. Selain itu, Mahasiswa memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berharga dalam Tatalaksana Pemeliharaan kambing pejantan (PE) yang baik Di BBIB Singosari, Meliputi : Pakan, Kandang, Dan Pencegahan Penyakit.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1  Kambing Peranakan Etawa (PE)
Penjajah Belanda membawa kambing yang berasal dari India yang dikenal dengan Jamunapari. Jamunapari ini dibawa penjajah Belanda ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan susu untuk pemerintah kolonial Belanda, Tetapi di Indonesia Jamunapari dikenalkan dengan Nama kambing Etawa, Karena kambing Etawa tadi jumlahnya terbatas maka kambing Etawa tersebut disilangkan dengan kambing asli Indonesia yaitu kambing kacang yang kemudian hasil persilangan tersebut dikenal dengan kambing Peranakan Etawa (PE) ( Murtidjo,1993).
Kambing banyak dipelihara oleh penduduk pedesaan Indonesia (Mulyono, 2003), Karena pemeliharaannya lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan ternak ruminansia besar. Kambing cepat berkembang biak dan pertumbuhan anaknya juga tergolong cepat.
Kambing Peranakan Etawa adalah ternak dwi guna, yaitu sebagai penghasil susu dan sebagai penghasil daging (Williamson dan Payne, 1993). Kambing PE adalah bangsa kambing yang paling populer dan dipelihara secara luas di India dan Asia Tenggara (Devendra dan Burns, 1994). Ciri-ciri kambing PE adalah warna bulu belang hitam putih atau merah dan coklat putih; hidung melengkung; rahang bawah lebih menonjol; baik jantan maupun betina memiliki tanduk; telinga panjang terkulai; Memiliki kaki dan bulu yang panjang (Sosroamidjoyo, 1984). Kambing PE telah beradaptasi dengan baik terhadap kondisi dan habitat Indonesia (Mulyono, 2003).
Kambing merupakan hewan domestikasi tertua yang telah bersosialisasi dengan manusia lebih dari 1000 tahun. Kambing tergolong pemamah biak, berkuku genap dan memiliki sepasang tanduk yang melengkung. Kambing merupakan hewan pegunungan hidup dilereng-lereng yang curam yang meiliki sifat adaptasi yang cukup baik terhadap perubahan musim (Sarwono,2009). Mulyono dan Sarwono (2010) menyatakan kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa dari India dengan kambing kacang yang penampilannya mirip Etawa tapi lebih kecil. Kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki dua kegunaan, Yaitu sebagai penghasil susu (perah) dan kambing potong.
Sodiq dan Abidin (2008) menyatakan bahwa kambing Etawa berasal dari wilayah Jamnapari (India), sehingga kambing ini disebut juga sebagai kambing Jamnapari. Kambing Etawa merupakan kambing yang paling populer di Asia Tenggara. Di negara asalnya kambing Etawa termasuk kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil susu dan daging. Kambing Etawa memiliki postur tubuh besar, telinga panjang menggantung, bentuk muka cembung serta bulu dibagian paha belakang sangat panjang. Subandriyo (1995) menyatakan bahwa ciri khas kambing Peranakan Etawa (PE) antara lain bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, telinga panjang, lembek menggantung, dan ujungnya agak berlipat, ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung yang mengombak ke belakang, bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung dan paha, bulu panjang dan tebal. Warna bulu ada yang tunggal putih, hitam dan coklat, tetapi jarang ditemukan. Kebanyakan terdiri dari dua atau tiga pola warna, yaitu belang hitam, belang coklat dan putih betotol hitam.


BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan tempat pelaksanaan
            Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan Mulai tanggal 22 September 2016 sampai 22 Oktober 2016. Lokasi kegiatan PKL di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari-Malang.
3.2 Variabel yang Diamati
            Variabel yang diamati adalah Sebagai Berikut :
1.      Pengamatan Lokasi kandang Kambing Pejantan PE di BBIB Singosari,
2.      Tata Cara Pemeliharaan Kambing Pejantan PE Di BBIB singosari yang meliputi:
a.       Perkandangan,
b.      Pemberian pakan yang baik, Dan
c.       Pencegahan Penyakit.
3.3  Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan PKL ini adalah partisipasi aktif dalam proses pemeliharaan dan observasi secara langsung yaitu dengan pengisian daftar hadir masuk dan pulang serta mengamati proses tata laksana pemeliharaan di peternakan kambing pejantan (PE) di BBIB singosari-Malang serta hasil teori dan wawancara di lapangan.